Bernostalgia dengan Tembang Lawas

Digitalisasi Lagu

Pengelola tengah mendata dan mengecek pita kaset sumbangan masyarakat. (Terakota.id/Eko Widianto)

Kini ada sebanyak 14 ribu lagu Indonesia yang telah disulih suara secara digital. Tahap kedua juga 14 ribu lagu. Proses digitalisasi membutuhkan waktu selama enam bulan. Dibutuhkan tenaga dan alat yang memadai. Hengky berharap 200 ribu lagu koleksi MMI dialihkan menjadi digital.

“Agar lebih mudah mencari, sebagai back up jika koleksi fisik rusak, terkena banjir, dan terbakar,” kata pengelola MMI, Ahmad Jauhari. Pengunjung bisa mendengarkan lagu melalui sambungan internet, di MMI. Namun lagu itu tak bisa diunduh, disalin dan dibagikan demi alasan hak cipta.

Setiap tahun lebih dari seribu orang yang berkunjung. Para pengunjung berasal dari sejumlah kota besar di Jawa. Mereka datang untuk sekedar melihat koleksi atau melakukan penelitian.

Bahkan, sejumlah mahasiswa datang untuk mencari data dan melakukan penelitian. Mulai mahasiswa jurusan desain grafis, sejarah, marketing, dan budaya menyusun skripsi.

“Ada yang membuat film dokumenter sampai mencari sumber data soal musik,” katanya. MMI berdiri 2016, sebelumnya bernama Galeri Malang Bernyanyi sejak 8 Agustus 2009.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini