Bernostalgia dengan Tembang Lawas

Produser Malaysia Belajar ke MMI

Poduser musik asal Malaysia, Datin Seri Sina Ghaobzy berkunjung bersama Yayuk Suseno, Sandro Tobing dan Dina Mariana ke MMI. Selasa 7 Februari 2017. (Terakota.id/Eko Widianto)

Poduser musik asal Malaysia, Datin Seri Sina Ghazy kagum MMI bisa mengoleksi banyak album lawas. Sementara di Malaysia belum ada museum musik yang dikelola secara serius. Selama ini hanya mengandalkan dana pribadi dan dikelola swadaya.

“Belum ada museum musik yang koleksinya selengkap MMI,” katanya. Dia bakal mengajak para seniman musik Malaysia untuk belajar mengelola museum musik ke MMI. Sekaligus menjadi contoh merawat dan menjaga koleksi pita kaset dan piringan hitam yang berusia 40 tahun sampai 60 tahun.

“Bagus MMI. Terharu. Di Malaysia tak seperti ini,” katanya. Produser musik yang juga berbisnis properti ini berharap berdiri museum serupa di Malaysia. Dia juga akan menyumbangkan sejumlah koleksi milik artis Malaysia ke MMI. Alasannya musisi Malaysia juga sempat mengeluarkan album yang cukup populer di Indonesia.

“Kita serumpun, banyak artis yang dulu juga rekaman di Indonesia,” katanya. Untuk kembali mengingatkan artis lawas, Datin akan mengajak Dina Mariana dan Yayuk Suseno untuk bernyanyi di Malaysia. Lagu mereka, kata Datin, dulu populer dikenal luas masyarakat Malaysia.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini