Berkah Sehat dari Sumber Waras

Sumber Waras menjadi bahan baku utama produsen cairan infus sejak 1975. (Foto : Restu Respati).

Terakota.id—Sumber waras, sesuai namanya, air dari sumber mata air ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Sebuah mitos yang dipercaya masyarakat selama puluhan bahkan mungkin ratusan tahun. Tampaknya bukan hanya cerita karangan semata, terbukti sebuah perusahaan produsen cairan infus irmemanfaatkan air dari sumber ini sebagai bahan baku.

Perusahaan patungan antara pengusaha Indonesia – Jepang yang bergerak di bidang industri farmasi, ini memilih Sumber Waras sebagai bahan dasar produksinya. Setelah melalui penelitian dan survei yang cermat dan mendalam. Sumber ini dinilai sangat ideal untuk memproduksi cairan infus. Produk cairan infus ini telah diekspor ke beberapa negara mancanegara seperti Taiwan, Hongkong, Singapura, Sri Lanka, Malaysia, Myanmar, Vietnam, Papua Nugini, Fiji, Tonga, Samoa, Oman, Timor Leste dan juga Australia.

Jaringan pipa berisi aliran air dari Sumber Waras untuk memasok bahan baku produsen cairan infus. (Foto : Restu Respati).

Selain produk cairan infus, perusahaan ini juga memproduksi berbagai produk obat-obatan dan minuman kesehatan bernutrisi. Produsen cairan infus pertama tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara, sejak 1975. Bisa dibayangkan, secara hasil survei dan penelitian, Sumber Waras dipilih diantara sumber mata air lainnya dari seluruh Indonesia bahkan Asia Tenggara. Artinya air dari Sumber Waras merupakan yang terbaik dari seluruh sumber mata air se-Asia Tenggara.

Sumber Waras berlokasi di Jalan Sumber Waras, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Aliran air sumber masih dimanfaatkan warga untuk mandi dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Sebuah Bilik yang berada di dekat tuk mata air hanya khusus untuk wanita. Sedangkan bilik pria berada di samping bawah musala.

Sumber Waras menjadi bahan baku utama produsen cairan infus sejak 1975. (Foto : Restu Respati).

Sebelum dibangun bilik, sumber ini berbentuk kolam alami (patirtaan?). Dari tinggalan purbakala yang masih bisa ditemukan di sumber ini, terdapat sebuah batu gores di pinggir sumber. Hal ini membuktikan bahwa sumber ini telah ada dan dipergunakan sejak ratusan tahun lalu. Pada umumnya sumber mata air yang terdapat batu gores dan batu dakon merupakan sumber mata air yang disucikan dan kerap dipakai sebagai ritual keagamaan.

Batu gores menandakan jika sumber air digunakan untuk ritual keagamaan. (Foto : Restu Repati).

Seiring perkembangan jaman, lahan-lahan kosong mulai berubah fungsi menjadi rumah tinggal. Begitu juga dengan pepohonan yang berada di sekitar sumber sedikit demi sedikit mulai berkurang. Akibatnya ke depan debit air yang tersimpan di sumber juga semakin berkurang.

Mengingat begitu pentingnya sumber ini, kiranya pemerintah daerah setempat mulai dari dinas, kecamatan, kelurahan perlu untuk menjaga akan kelestarian sumber ini. Begitu juga dengan perusahaan yang memanfaatkan sumber ini.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini