Berburu Senja di Situs Misterius

Berburu Senja di Situs Misterius

Terakota.id-Surya beranjak ke peraduan, senja perlahan menghampiri. Cahaya berwarna kuning keemasan memancar di ujung barat langit. Panorama pepohonan menghijau terhampar di atas perbukitan Desa Bokoharjo, bak permadani hijau membuat mata enggan berkedip.

Di area perbukitan inilah situs Candi Ratu Boko atau disebut juga Keraton Ratu Boko berdiri. Ratu Boko adalah situs arkeologi berbentuk istana kerajaan peninggalan Mataram Kuno pada abad ke delapan.

“Ratu Boko digunakan dinasti Syailendra (Rakai Panangkaran) jauh sebelum masa Raja Samaratungga (pendiri Borobudur) dan Rakai Pikatan (pendiri Prambanan),” tutur Aryono Kepala Unit Ratu Boko kepada Terakota.id.

Situs ini tergolong misterius. Misteri menyelimuti situs Rabu Boko, para peniliti belum bisa mengungkap semuanya. “Sejarah detail dan secara gamblang belum benar-benar terungkap. Banyak misteri yang belum terkuak,” kata Aryono.

Secara geografis, Candi Ratu Boko terletak di atas perbukitan dengan ketinggian 195,97 meter di atas permukaan lait (m.dpl) sebelah selatan Candi Prambanan. Udara sejuk dataran tinggi berhembus. Dari sini, keindahan Candi Prambanan berlatar Gunung Merapi memikat setiap mata yang memandang.

Pemandangan Kota Yogyakarta juga terlihat di bagian barat. Sedangkan dari sisi selatan kita bisa menikmati pemandangan Bukit Seribu.  Secara administratif, situs terletak di dua dusun, yaitu Dusun Sambirejo dan Dusun Dawung, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menjelang senja, pengunjung mulai ramai berdatangan. Meski singkat, eksotisme senja di situs ini diburu ribuan pasang mata. Saat Terakota.id tiba menjelang sejak sekitar pukul 15.30 WIB, area parkir telah disesaki kendaraan pengunjung. Rata-rata setiap bulan sekitar 30 ribu pengunjung menikmati pemandangan di kawasan ini.

“Pengunjung lebih banyak datang sore. Selain situs yang luas, keindahan senja menjadi tujuan utama pengunjung,” kata Aryanto. Pengelola juga menyediakan paket sunset yang tarifnya lebih mahal dibanding tiket biasa.  Setiap wisatawan nusantara membayar Rp. 70 ribu dan Rp. 110 ribu khusus wisatawan mancanegara. Pengunjung dijamin puas, selain menikmati pemandangan kala senja pengunjung ditemani paket kuliner berupa kopi dan makanan khas Jawa di Restoran Ratu Boko.

Ratu Boko dikelola oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan  dan Ratu Boko (Persero). Sejak 1987, proyek renovasi dan pengelolaan situs Ratu Boko ditangani Badan Usaha Milik Negara. Pengelola senantiasa berbenah, berbuah kunjungan yang meningkat setiap tahun. Selama 2013 jumlah pengunjung mencapai 166.262 ribu, pada 2014 naik menjadi 202.359 ribu orang.

“Pada 2016 pemasukan dari Ratu Boko mencapai Rp 4 Miliar. Dikurangi biaya operasional labanya sekitar Rp 1-2 miliar,” ujar Aryono.

Pengunjung berfoto menjelang senja dengan latar gapura candi Ratu Boko. (Terakota.id/Muntaha Mansyur)

Saat tiba di lokasi situs, pengunjung langsung disambut kemegahan gapura situs Ratu Boko. Sepintas, situs Ratu Boko hanya berupa dua gapura. Gapura dalam dan gapura luar. Gapura luar berukuran lebih besar terdiri dari lima pintu. Sementara gapura depan memiliki tiga pintu. Keduanya gapura terbuat dari batu andesit, berbentuk paduraksa dengan puncak berbentuk Ratna.

Saat langkah kaki melintasi dua gapura, pengunjung akan semakin tercengang dengan komplek bangunan yang menyebar di seluruh penjuru situs menghampar di atas tanah seluas 160.898 meter persegi. Bentuknya sudah tidak lagi utuh. Namun, sisa-sisa arsitektur dan kemegahan  masa lalu masih jelas terlihat.

“Kelihatannya dari bawah cuma dua gapura, keget juga ternyata sebesar ini dalamnya. Luar biasa teknologi zaman dulu,” kata pengunjung situs Ratu Boko dari Bandung, Mulyana.

Waktu terasa singkat, sementara banyak titik lokasi yang harus dituju.  Pengunjung bebas memilih titik lokasi yang disukai dan mengabadikannya dalam jepretan kamera. Situs yang unik, menarik, dan penuh misteri ini juga menjadi lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2.

Dian Sastrowardoyo yang berperan sebagai Cinta dalam film AADC 2 melakoni perjumpaan bersama Rangga (Nicholas Shaputra) di situs ini.  Komplek situs Ratu Boko terbagi atas empat bagian. Bagian tengah terdiri dari ; bangunan gapura utama, lapangan, candi pembakaran, kolam, batu berumpak, dan paseban.

Bagian tenggara meliputi struktur lantai, gapura, batur pendapa, batur pringgitan, miniatur tiga candi, tembok keliling kompleks keputren, dua komplek kolam, dan reruntuhan stupa. Di bagian timur terdapat kompleks berupa Gua Lanang dan Gua Wadon dengan sebuah kolam dan stupa Budha. Sedang sebelah barat terhampar perbukitan hijau.

Senja tiba. Pengunjung tak rela melewatkan momentum ini, mereka mengabadikan momen singkat itu dengan kamera foto.  Langit terlihat cahaya menyembur berwarna kuning keemasan, mentari perlahan ditelan bumi. Kemegahan gapura yang berlatar senja menambah daftar panjang keindahan panorama situs Ratu Boko yang layak diabadikan. Secara bergantian pengunjung berfoto di lokasi ini.

Adzan maghrib berkumandang, langit mulai gelap berganti malam menandakan setiap pengunjung untuk segera meninggalkan situs Ratu Boko. Punggung-punggung pengunjung terlihat menuruni deretan anak tangga gapura. Berjalan bergegas menuju ke kendaraan masing-masing. Senja di situs misterius ini pun menjadi sepenggal cerita wisata budaya yang berkesan.

 

 

Tinggalkan Pesan