Beban Berat Candi Borobudur Bikin Cepat Aus

Terakota.id–Puluhan ribu manusia menjejakkan kaki di kawasan Candi Borobudur saat musim liburan tiba. Ada dampak positif, ada pula sisi negatifnya. Beban berat diemban salah satu situs warisan dunia yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.

Pemanfaatan Candi Borobudur sebagai obyek wisata dan kegiatan lainnya, sisi baiknya adalah membawa keuntungan secara ekonomi. Kabar buruknya, terancamnya kelestarian candi. Antara lain, ausnya tangga candi akibat tekanan gesekan alas kaki pengunjung dengan batu candi, stabilitas candi akibat beban pengunjung sampai aksi vandalisme pengunjung.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Museum Kementerian Pendidikan Kebudayaan Hari Widianto menuturkan pemanfaatan cagar budaya tak pernah direkomendasikan untuk kepentingan ekonomi.

“Artinya, jangan menjual cagar budaya untuk mendatangkan duit,” kata Hari Widianto di Malang, Kamis 19 April 2018.

Candi Borobudur layak untuk jadi jujugan wisatawan. Tapi bukan berarti mereka bebas menjejakkan kakinya. Apalagi wisatawan datang dalam jumlah besar. Mengutip penelitian Balai Konservasi Borobudur tentang perhitungan jumlah maksimal individu (carrying capacity) di Candi Borobudur, ada batas maksimal pengunjung.

Seharusnya hanya boleh ada 138 – 150 orang dalam satu waktu yang naik hingga ke zona I candi. Di halaman candi sebanyak 528 orang dan di area taman sebanyak 10.308 orang. Tapi faktanya, rata – rata kunjungan mencapai 5 ribu orang per hari saat hari biasa. Saat peak season seperti libur lebaran angka kunjungan bisa mencapai 50 ribu orang per hari.

Masih berdasarkan hasil penelitian pada 2010 – 2011 itu, membuktikan bahwa persentase keausan sudut tangga mencapai 100 persen dan keausan bidang mencapai 49,15 persen. “Beban Candi Borobudur 14 kali lipat dari semestinya. Ketahanan itu ada batasnya,” kata Hari Widianto.

Menurut Hari, wisatawan seharusnya bisa diarahkan ke kawasan di sekiat Candi Borobudur. Sehingga pemanfaatan kegiatan wisata berdampak pada masyarakat, tanpa merusak kelestarian candi. Eksploitasi berlebihan, justru mempercepat kerusakan situs purbakala tersebut.

Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra yang memerintah pada 782 – 812 Masehi. Mengutip penelitian Balai Konservasi Borobudur, denah Candi Borobudur ukuran panjang 121,66 meter dan lebar 121,38 meter dengan tinggi 35,40 meter.

Susunan bangunan berupa 9 teras berundak dan sebuah stupa induk di puncaknya. Terdiri dari 6 teras berdenah persegi dan 3 teras berdenah lingkaran. Pembagian vertikal secara filosofis meliputi tingkat Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.

Pembagian vertikal secara teknis meliputi bagian bawah, tengah, dan atas. Terdapat tangga naik di keempat penjuru utama dengan pintu masuk utama sebelah timur dengan ber-pradaksina.

Bebatuan di Candi Borobudur berasal dari sungai di sekitar Borobudur dengan volume seluruhnya sekitar 55.000 meter kubik atau kira-kira 2 juta potong batu. Pada masa modern, candi ini beberapa kali dipugar. UNESCO juga menetapkan candi ini sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia dan menetapkannya sebagai warisan dunia.

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini