Band Asal Belanda DeWolff Terpukau Gending dan Angklung

Band rock and roll asal Belanda akan menghibur publik Malang di gedung kesenian Gajayana Malang, Selasa 12 Maret 2019. (Terakota/Eko Widianto).

Terakota.id–Band rock and roll asal Belanda DeWolff terpukau instrumen tradisi Nusantara. Band terdiri dari tiga personil Pablo Petrus Andreas Van De Poel, Luka Hendrikus Ramon Van De Poel, Robin Piso kagum dengan suara angklung dan gamelan. “Suara angklung indah.” kata Pablo kepada jurnalis di Museum Musik Indonesia (MMI), Senin 11 Maret 2019.

Mereka mendengar angklung saat menggelar pertunjukan di Jakarta. Angklung dan gamelan bisa berkolaborasi dengan musik rock and roll. Sehingga memungkinkan mereka mengawinkan musik tradisi Nusantara dengan musik modern. “Kedepan mungkin bisa berkolaborasi dengan angklung,” katanya.

DeWolff bakal menyapa warga Kota Malang dalam konser yang digelar di Gedung Kesenian Gajaya Malang, Selasa malam 12 Maret 2019. Pertunjukan secara gratis ini ditujukan bagi publik Malang yang dikenal sebagai barometer rock sejak era 1970-an. Serta melahirkan banyak musisi dan band bergenre rock.

Konser musik DeWolff merupakan kali pertama diselenggarakan di Indonesia. Sebelumnya telah memukai publik Jakarta, Palembang, dan Surabaya. Usai konser di Malang akan melanjutkan di Malang. DeWolff selama ini dikenal sebagai band anak muda yang banyak menggelar konser di sejumlah Negara Eropa.

Indonesia luas, katanya, sehingga tak memungkinkan mereka untuk menggelar tur selama 10 hari. Namun, ia menyukai suasana di beberapa kota di Indonesia terutama Kota Malang yang hijau. Mereka mengapresiasi Malang yang melahirkan banyak musisi rock di tanah Indonesia.

DeWolff akan menampilkan 10 sampai 11 lagu selama 1,5 jam. Sebagian besar merupakan lagu karya mereka dari enam album. (Terakota/Eko Widianto).

“Malang kota Rock,” katanya. Pada 1980-an, Kota Malang dikenal sebagai kota dengan segudang talenta musik rock. Sejumlah musisi rock lahir di kota dingin ini. Gelanggang Olahraga Pulosari menjadi legenda pertunjukan musik rock masa itu.

DeWolff akan menampilkan 10 sampai 11 lagu selama 1,5 jam. Sebagian besar merupakan lagu karya mereka dari enam album. Lagu bertema cinta, sosial politik dan lingkungan. Lirik dibuat bersama, ditulis, dimainkan dan dinyanyikan bersama di studio mereka. “Kadang memainkan lagu-lagu Led Zeppelin,” katanya.

Led Zeppelin merupakan band yang menginspirasi ketiga personil DeWolff. Band terbentuk 2007 dengan formasi Pablo (vokal/ gitaris) Luka (drum), saat itu mereka berusia 13 dan 15 tahun dan Robin Piso (organ), berusia 17 tahun. Semua lirik diciptakan dalam bahasa Inggris agar menarik dan mudah dipahami.

Manajer Erasmus Huis Kedutaan Kerajaan Belanda, JJM Joyce Nijssen berharap lawatan musik DeWolff memungkinkan untuk terkoneksi antara musisi Indonesia dan Belanda. Termasuk mengkombinasi dengan instrumen musik tradisi Nusantara.”Potensi kerjasama kebudayaan terbuka luas,” katanya.

Konser diselenggarakan di Malang lantaran Malang dikenal sebagai barometer musik rock di Indonesia. Sehingga diharapkan menumbuhkan kembali kejayaan musik rock. Selain itu, menjalin kebudayaan lintas Negara antara Indonesia dan Belanda.

Ketua MMI Hengki Herwanto berharap musisi rock Malang kembali mewarnai musik di tanah air. Selain itu, musisi muda Malang bisa belajar dengan pertunjukan DeWolff. Trio grunge asal Malang Remissa, akan membuka konser DeWolff di Malang.

“Musisi Malang harus banyak tampil di luar, agar besar dan mengembalikan Malang sebagai barometer musik rock,” katanya. Selain itu, juga berharap agar gedung kesenian Gajayana Malang difungsikan untuk konser dan pertunjukan seni. Lantaran selama ini jarang pertunjukan dan konser musik di gedung kesenian Gajayana Malang.

Remissa beranggotakan tiga personil terdiri dari Rizky Muhammad vocal dan gitar, Baron Wisnumurti bass dan Bintang Mahatma bermain drum. Band terbentuk 2014 saat ketiganya masih menempuh kuliah di Malang. Remissa telah menghasilkan dua album.

Album kedua “Tegangan Tinggi” menyuarakan mengenai Pemilihan Presiden. Kini tengah meluncurkan video lirik berjudul satu garis. Karya lagu Remissa banyak membicara isu politik Indonesia saat ini.

2 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini