Iklan terakota

Terakota.ID–Kapal Arka Kinari tiba di Sendangbiru, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Arka Kinari merupakan project pasangan duo musisi, Grey Filastine dan Nova Ruth. Mereka berlayar keliling dunia, berangkat dari Rotherdham, Belanda sejak Agustus 2019. Kini, Nova Ruth tengah ke pulang ke kampung halaman di Malang.

“Selamat sore! Semalam kapal kami berjangkar di Sendang biru pukul 19.30 WIB,” tulis Nova Ruth, dalam aplikasi perpesanan, Kamis 9 Juni 2022. Nova menjelaskan perjalanan ditempuh lebih lama dari perkiraan karena kecepatan angin menurun tidak seperti prediksi prakiraan cuaca.

Penampilan perdana Arka Kinari di Rotterdam, Belanda. (Foto: Nick Gaffney)

“Hari ini kami berkoordinasi dengan  Kelompok Nelayan Rukun Jaya untuk penempatan kapal esok hari saat pertunjukan di dermaga perikanan,” tulis Nova. Satuan Polair dan Angkatan Laut turut mendukung dengan kooperatif. Ia meminta doa agar acara Story Telling Concert Sendang Biru di Pelabuhan Pondok Dadap Sendang Biru Jumat, 10 Juni 2022.

“Mari berkumpul bersama sama turun ke laut. Sudah terlalu lama keberadaannya kita punggungi,” tulis Nova. Ia mengajak warga Malang untuk menghadiri konser bersama keluarga dan teman terdekat.

Arka Kinari akan menggelar pertunjukan multimedia yang dipentaskan di atas kapal layar tradisional. Mencengangkan, menyatukan dan melibatkan laut sebagai pemeran utamanya, Arka Kinari mengajak untuk membayangkan kembali kehidupan setelah ekonomi karbon, ketahanan terhadap perubahan iklim.

Salah satu pertunjukan duo Filastine dan Nova Ruth di atas kapal Arka Kinari. (Foto: Filastine).

Arka Kinari menggabungkan musik dan pesan, sekaligus metode advokasi. Melodi jawa, poliritme yang menghipnotis dan musik elektronik kontemporer digabung oleh Filastine & Nova dengan keluaran audio yang lintas dimensi, menjadikan satu jam pertunjukan mengalir dengan sangat cepat. Kapal Layar Arka Kinaro menjadi kanvas raksasa untuk projection mapping.

Serta menampilkan Pertunjukan Kesenian Genggongan oleh Den Junas, Ari Artwork, Art Join, dan Abdul khafidz Fadli. Genggongan adalah sebuah seni performance lintas dua Dimensi. Mengambil legenda sabdo palon noyo genggong. Untuk menyebarkan kebajikan saat ini yang berguna untuk masa depan.

Menyatu padukan frekuensi bunyi dengan menyerap energi negatif yang tak terpakai mengubahnya menjadi energi positif sehingga berfungsi untuk makhluk hidup sekitar. Dalam Surat Ali- Imron 190-191 adalah sebagai benteng dasar utama penentuan waktu pertunjukan, Yakni saat Semesta mengalami zero point dimana terdapat energi terbesar tuhan semesta alam akan turun ada saat perganitian siang menuju malam ( Setelah Maghrib).

Menjelajahi Jalur Rempah Nusantara

Pelayaran Arka Kinari keliling dunia merupakan kampanye krisis iklim dan kelestarian laut. Sekaligus proyek transaksi lintas budaya, rutin menggelar pertunjukan seni dan berkolaborasi dengan penduduk tempat kapal berlabuh.

Kapal Arka Kinari bersandar di pulau La Gomera, Spanyol. (Foto: Grey Filastine).

Berlayar dari Belanda, Portugal, Maroko, Pulau Canary, Tanjung Verde, Trinidad, Menyusuri laut Karibia di Venezuela, Laut Pasifik Amerika dan Meksiko, Hawai, hingga menjelajahi nusantara. Menyambangi beberapa titik jalur rempah nusantara. Mulai Sorong, Banda Naira, Selayar, Makassar, Benoa-Bali, hingga Surabaya.

Bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Program Jalur Rempah menyambangi peninggalan jalur rempah. Mulai cagar budaya, hingga menampilkan warisan budaya tak benda. Sekaligus berkolaborasi dalam sebuah pertunjukan hasil lintas budaya serta melakukan edukasi ke generasi muda.

Kapal Arka Kinari merupakan sebuah kapal klasik berukuran 18 meter diluncurkan pada 1947 di Rostock, Jerman, dua tahun setelah perang dunia dua berakhir. Kapal bertiang satu ini bernama Neptune I.

Selanjutnya berganti nama menjadi Mariosa, difungsikan sebagai penangkap ikan. Di pelabuhan Rotterdam, Mariarosa bersalin nama menjadi Arka Kinari pada Agustus 2019. Nama kapal diambil dari dua bahasa, yaitu Arka (Latin) yang berarti menahan atau memertahankan, dan Kinari (Sansekerta) artunya musisi penjaga kehidupan.

Kapal menggunakan dua layar dan dilengkapi dengan panel surya. Sehingga Arka Kinari berlayar menggunakan tenaga angin dan menjadikan perjalanannya bebas karbon. “Dalam dunia yang telah kehabisan energi fosil, apa yang harus kita lakukan? Menyerahkah atau bertahan dan beradaptasi dalam perubahan?, ” ujar Nova.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini