Andang Bachtiar: Korban Gempa Terparah di Jalur Patahan Lumajang-Sumenep

Warga korban gempa di Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang bergotong-royong membersihkan rumah yang ambruk diterjang gempa 6,1 Skala Richter. (Terakota/ Eko Widianto).

Terakota.id–Korban terparah gempa yang melanda Malang dengan kekuatan magnitudo 6,1 Skala Richter (SR) berada di sepanjang garis tanah patahan Lumajang-Sumenep. Geologist Merdeka Andang Bachtiar garis patahan tersebut berada di daerah Dampit Kabupaten Malang dan Tempursari Kabupaten Lumajang.

“Kalau di Malang Kota mungkin sekadar diayun-ayun ringan,” katanya. Kecuali, kata Andang, di tempat yang berada di bidang tanah arah north-northeast (NNE)  south-southwest (SSW). Sama dengan arah patahan Lumajang-Sumenep. Tapi belum terpetakan karena ketutup endapan volkanik.

“Mungkin ada juga daerah  sekitar Turen dan Sitiarjo Kabupaten Malang yang terkena pengaruh gempa lebih kuat dari daerah lainnya,” katanya. Lantaran Sitiarjo-Turen juga ada patahan-patahan arah NNE SSW. Yakni patahan Kali Banteng. Andang yang kini bekerja sebagai geologist merdeka di Perancis, mengaku pernah meneliti bersama kelompok pecinta alam AMC 2006.

Lokasi tersebut memiliki potensi menjadi amplifier rambatan gelombang gempa dari selatan. Dalam diskusi mitigasi bencana gempa dan tsunami pekan lalu yang diselenggarakan AJI Malang akhir Maret 2021, Andang mengingatkan untuk memitigasi daerah Sumbermanjing Wetan dan daerah Lumajang.

Endapan Kwarter Semi Consolidated

Selain masuk area zona bidang patahan Lumajang – Sumenep juga kemungkinan ada endapan-endapan kwarter semi consolidated yang bisa menguatkan rambatan gelombang gempa dari arah Selatan.

Bekas Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini berharap masyarakat melakukan mitigasi bencana. Lantaran gempa dan tsunami itu pasti. Sebab Indonesia berada di zona Ring of Fire yang berpotensi gempa tsunami dan gunung meletus. Pesan Andang disampaikan pula dalam lirik lagu di album Melembutkan Batu yang diluncurkan 2 April 2021

Data Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Malang gempa di Malang menyebabkan korban jiwa tiga orang, dan 57 orang terluka ringan hingga berat. Total kerusakan 1.751 rumah, terdiri atas 843 rumah rusak ringan, 409 rumah rusak sedang dan 499 rumah rusak berat. Lokasi terdampak tersebar di 23 kecamatan dari total 33 kecamatan. Dampak gempa terparah di Dampit, Ampelgading dan Turen.

Selain itu fasilitas umum rusak meliputi 14 gedung sekolah, 36 tepat ibadah, 9 fasilitas kesehatan rusak dan 11 fasilitas umum lain. BPBD Kabupaten Malang mendirikan posko tanggap darurat, pos pengungsian dan dapur umum. Serta mendirikan pos bantuan logistik.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini