Ludrukabaret : Adu Akting antara Wakil Rakyat dengan Seniman

adu-akting-antara-wakil-rakyat-dan-seniman-di-ludrukabaret
Foto : Dewan Kesenian Malang

Terakota.idSejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang dan pejabat Pemerintah Kota Malang beradu peran dalam ludrukabaret. Mereka antara lain Nurul setyowati, Lelly Thresiyawati, Rahman Nurmala, Arief Wahyudi dan Agung H Buana. Ludrukabaret merupakan perpaduan seni tradisional Ludruk dan Operet.

Tari remo, jula-juli, dagelan , dan lakon khas Ludruk disajikan dalam pementasan yang dilangsungkan di gedung dewan, 23 Agustus 2020.  Ludrukabaret ini merupakan kali kedua, yang pertama diselenggarakan di Cak Durasim Surabaya 2018. Didampingi tokoh ludruk Meimura.

Sedangkan operet dengan teknik dubbing atau merekam suara pemeran untuk memudahkan anggota dewan dan pejabat untuk melakonkan setiap peran yang dimainkan. “Bagi yang berpengalaman seperti ibu Nurul bisa langsung tanpa perlu direkam,” kata Ketua Dewan Kesenian Malang (DKM) Bobby Nugroho seperti siaran peran yang diterima Terakota.id.

adu-akting-antara-wakil-rakyat-dan-seniman-di-ludrukabaret
Foto : Dewan Kesenian Malang

Sehingga Nurul terlihat luwas dan mampu beradu peran dengan seniman berpengalaman lainnya. Konsep ludrukabaret adalah antara pertunjukan kesenian tradisional yang diiringi gamelan, operet, dan video.

Tujuannya untuk mengurangi penampil di lokasi acara. Sehingga sesuai dengan protokol kesehatan, terutama saat pandemi Covid-19. Konsep dan cerita ludrukabaret disusun seniman Sutrimo rekso budoyo.

Selain penampil, pengunjung juga dibatasi. Para penonton juga bisa menikmati penampilan mereka secara live streaming melalui you tube Dewan Kesenian Malang dan Instagram Dewan Kesenian Malang. DKM juga meluncurkan video tutorial tetap berkarya kepada publik. Sebagai bagian dari pendidikan bagi pelajar dan masyarakat dalam berkesenian.

Bobby Nugroho berharap sinergi energi kebaikan di era baru bisa terjalin antara DKM dengan wakil rakyat dan jejaringan seniman. Selain itu berharap seniman tetap berkarya dan beradaptasi dalam kondisi pandemi Covid-19. “Tetap semangat berkarya untuk bangsa,” ujarnya.

Sekretaris Dewan Kesenian Malang, Yuyun Sulastri juga berperan menjadi konseptor acara. Seniman dari Sanggar XP Dance Studio mengaku senang bisa berkolaborasi dengan para wakil rakyat. “Mereka bersemangat selama berlatih,” ujarnya.

Para wakil rakyat, katanya, memiliki kepedulian besar terhadap kesenian tradisional. Mereka juga rajin berlatih untuk tampil, meski dengan padatnya jadwal kerja. Mereka juga menggalang dana untuk didonasikan kepada para seniman yang terdampak Covid-19.

“Kami juga menjual kaos berdonasi,” ujarnya.

adu-akting-antara-wakil-rakyat-dan-seniman-di-ludrukabaret
Foto : Dewan Kesenian Malang

DKM, katanya, sebagai lembaga mewadahi ide dari jejaringan seniman untuk mendidik dan mengenalkan kesenian tradisional. Namun dikemas kekinian dan menyesuaikan kemajuan zaman dan teknologi.

Sedangkan kedepan penampilan harus disempurnakan dengan berlatih secara maskimal. Harapannya kesenian tradisional bisa dicintai dan ditampilkan dengan beragam inovasi.

Ludrukabaret ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun kemerdekaan ke 75 yang diselenggarakan DKM. Bertema A(rt)gustusan Sinergi Kebaikan Era Baru.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji turut tampil membacakan puisi berjudul Kasih Ibu Memberi Tanpa Berharap Balasan.

 

Tinggalkan Komentar

Silakan tulis komentar anda
Silakan tulis nama anda di sini